Kurikulum Aljabar Terpadu 📐

Penjelasan teori mendalam disertai simulasi angka untuk penguasaan matematika yang kokoh.

01

Bentuk Aljabar

Aljabar adalah bahasa matematika yang menggunakan simbol (biasanya huruf) untuk mewakili angka dalam rumus dan persamaan. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat generalisasi tentang hubungan matematika yang berlaku untuk angka apa pun.

Contoh: Misalkan kita punya $3$ kotak apel dan $5$ buah apel tambahan. Jika satu kotak berisi $x$ buah apel, maka bentuknya adalah:

$3x + 5$

Aplikasi Angka

Jika ternyata isi satu kotak ($x$) adalah 10 apel:

$3 \cdot (10) + 5 = 30 + 5 = 35$ apel total.

📌 Istilah Penting dalam Bentuk Aljabar

Sebelum belajar lebih jauh, penting memahami komponen-komponen bentuk aljabar:
Istilah Definisi Contoh pada $5x^2 - 3x + 7$
Variabel Huruf yang mewakili bilangan yang belum diketahui $x$
Koefisien Angka yang mengalikan variabel $5$ (pada $5x^2$), $-3$ (pada $-3x$)
Konstanta Angka tetap tanpa variabel $7$
Suku Bagian-bagian yang dipisahkan oleh $+$ atau $-$ $5x^2$, $-3x$, dan $7$ (ada 3 suku)
Pangkat/Eksponen Angka kecil di atas variabel $2$ pada $x^2$
Derajat Pangkat tertinggi pada bentuk aljabar Derajat $= 2$ (dari $x^2$)

💡 Suku Sejenis vs Suku Tidak Sejenis:

Suku sejenis: variabel dan pangkatnya SAMA. Contoh: $3x^2$ dan $-5x^2$ adalah sejenis.

Suku tidak sejenis: variabel atau pangkat berbeda. Contoh: $3x^2$ dan $3x$ TIDAK sejenis meskipun koefisiennya sama.

02

Operasi Aljabar

Aturan utama dalam operasi aljabar adalah Suku Sejenis. Kita hanya bisa menjumlahkan atau mengurangkan variabel yang sama dengan pangkat yang sama. Dalam perkalian, kita menggunakan sifat distributif untuk memastikan setiap bagian dikalikan secara adil.

1. Penjumlahan Suku Sejenis

Hanya angka (koefisien) yang dihitung, variabel tetap.

$(3a + 5j) + 2a$
Kelompokkan $a$ dengan $a$:
$= (3+2)a + 5j = 5a + 5j$

2. Perkalian Pelangi (Distributif)

Angka luar mengalikan semua yang di dalam kurung.

Contoh: $2(x + 3)$
Langkah 1: $2 \cdot x = 2x$
Langkah 2: $2 \cdot 3 = 6$
Hasil: $2x + 6$

📌 Perkalian Dua Kurung: $(a+b)(c+d)$ Penting

Saat mengalikan dua suku binomial, gunakan metode FOIL: First (Pertama × Pertama), Outer (Luar × Luar), Inner (Dalam × Dalam), Last (Terakhir × Terakhir).

Contoh: $(x + 3)(x + 4)$

F: $x \cdot x = x^2$

O: $x \cdot 4 = 4x$

I: $3 \cdot x = 3x$

L: $3 \cdot 4 = 12$

Hasil: $x^2 + 4x + 3x + 12 = x^2 + 7x + 12$

📌 Identitas Aljabar yang Wajib Dihafal

Nama Rumus Contoh Angka
Kuadrat Penjumlahan $(a+b)^2 = a^2 + 2ab + b^2$ $(x+3)^2 = x^2 + 6x + 9$
Kuadrat Pengurangan $(a-b)^2 = a^2 - 2ab + b^2$ $(x-4)^2 = x^2 - 8x + 16$
Selisih Dua Kuadrat $(a+b)(a-b) = a^2 - b^2$ $(x+5)(x-5) = x^2 - 25$
Kubus Penjumlahan $(a+b)^3 = a^3 + 3a^2b + 3ab^2 + b^3$ $(x+2)^3 = x^3 + 6x^2 + 12x + 8$
Selisih Dua Kubus $a^3 - b^3 = (a-b)(a^2+ab+b^2)$ $x^3 - 8 = (x-2)(x^2+2x+4)$
03

Pemfaktoran

Pemfaktoran adalah kebalikan dari perkalian. Jika perkalian menyatukan suku-suku, pemfaktoran mencari "asal-usul" perkalian tersebut. Ini sangat penting untuk menyederhanakan pecahan dan menyelesaikan persamaan kuadrat.

Contoh Memfaktorkan $x^2 + 5x + 6$

1

Cari dua angka yang kalau dikali $= 6$ (konstanta) dan kalau ditambah $= 5$ (koefisien tengah).

2

Angka tersebut adalah 2 dan 3 karena $2 \cdot 3 = 6$ dan $2 + 3 = 5$.

3

Maka: $x^2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3)$

📌 Teknik-Teknik Pemfaktoran Lengkap

A. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)

Cari angka/variabel terbesar yang bisa membagi semua suku.

$6x^3 + 9x^2 - 3x$

FPB = $3x$ (bisa membagi semua suku)

$= 3x(2x^2 + 3x - 1)$

B. Selisih Dua Kuadrat: $a^2 - b^2 = (a+b)(a-b)$

Berlaku hanya jika kedua suku merupakan bilangan kuadrat sempurna dan dihubungkan oleh pengurangan.

$25x^2 - 16 = (5x)^2 - (4)^2$

$= (5x + 4)(5x - 4)$

C. Pemfaktoran Trinomial Saat $a \neq 1$ Sering Diujikan

Untuk bentuk $ax^2 + bx + c$, gunakan metode $ac$: kalikan $a \cdot c$, lalu cari dua bilangan yang kalikan hasilnya dan dijumlahkan hasilnya $= b$.

Faktorkan $2x^2 + 7x + 3$:

$a \cdot c = 2 \cdot 3 = 6$. Cari dua angka: hasilnya $6$, jumlahnya $7$ → yaitu $1$ dan $6$

$= 2x^2 + 6x + 1x + 3$

$= 2x(x + 3) + 1(x + 3)$

$= (2x + 1)(x + 3)$

D. Pemfaktoran dengan Pengelompokan (Grouping)

Untuk ekspresi dengan 4 suku, kelompokkan jadi 2 pasang, lalu faktorkan masing-masing.

Faktorkan $x^3 + 2x^2 + 3x + 6$:

$= (x^3 + 2x^2) + (3x + 6)$

$= x^2(x + 2) + 3(x + 2)$

$= (x^2 + 3)(x + 2)$

04

Pecahan Aljabar

Pecahan aljabar bekerja persis seperti pecahan biasa. Untuk menyederhanakan, kita membagi pembilang dan penyebut dengan faktor yang sama. Untuk menjumlahkan, kita harus menyamakan penyebutnya menggunakan KPK dari bentuk aljabar tersebut.

Menyederhanakan Pecahan

Sederhanakan $\frac{4x^2}{2x}$

Bagi angkanya: $4 / 2 = 2$

Bagi variabelnya: $x^2 / x = x^{(2-1)} = x^1$

Hasil Akhir: $2x$

Penjumlahan (Samakan Penyebut ke $3x$)

$\frac{1}{x} + \frac{2}{3x} = \frac{3}{3x} + \frac{2}{3x} = \frac{5}{3x}$

📌 Operasi Lengkap Pecahan Aljabar

Perkalian Pecahan

Kalikan pembilang dengan pembilang, penyebut dengan penyebut, lalu sederhanakan.

$\frac{3x}{4} \times \frac{8}{x^2}$

$= \frac{3x \cdot 8}{4 \cdot x^2} = \frac{24x}{4x^2}$

$= \frac{6}{x}$

Pembagian Pecahan

Balik pecahan kedua (pembagi), lalu ubah menjadi perkalian.

$\frac{x^2}{5} \div \frac{x}{10}$

$= \frac{x^2}{5} \times \frac{10}{x} = \frac{10x^2}{5x}$

$= 2x$

Menyederhanakan dengan Pemfaktoran Penting

Faktorkan pembilang dan penyebut terlebih dahulu, baru coret faktor yang sama.

$\frac{x^2 + 5x + 6}{x^2 - 4}$

Faktorkan: pembilang $= (x+2)(x+3)$, penyebut $= (x+2)(x-2)$

$= \frac{(x+2)(x+3)}{(x+2)(x-2)}$

$= \frac{x+3}{x-2}$ (coret faktor $(x+2)$)

⚠️ Ingat: $x \neq -2$ dan $x \neq 2$ karena akan membuat penyebut = 0 (tidak terdefinisi)!

05

Persamaan Linear

Persamaan linear adalah pernyataan bahwa dua bentuk aljabar bernilai sama. Tujuannya adalah mencari nilai variabel (biasanya $x$) yang membuat pernyataan itu benar. Prinsipnya sederhana: Apa pun yang dilakukan di ruas kiri (seperti $+$, $-$, $\cdot$, $/$), harus dilakukan di ruas kanan agar tetap seimbang.

Selesaikan: $2x + 4 = 10$

Kurangi 4 di kedua sisi agar variabel $x$ mulai sendirian:

$2x = 10 - 4$

$2x = 6$

Bagi kedua ruas dengan koefisien 2:

$x = 6 / 2$

$x = 3$

📌 Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Sering Diujikan

SPLDV adalah dua persamaan linear yang harus diselesaikan bersama-sama untuk menemukan nilai dua variabel ($x$ dan $y$). Ada tiga metode utama: Substitusi, Eliminasi, dan Grafik.

Metode Substitusi

Nyatakan satu variabel menggunakan variabel lain, lalu masukkan ke persamaan lainnya.

Contoh: $x + y = 5$ dan $2x - y = 4$

Dari persamaan 1: $y = 5 - x$

Substitusi ke persamaan 2:

$2x - (5-x) = 4$

$3x = 9 \Rightarrow x = 3$

$y = 5 - 3 = 2$

Solusi: $(x, y) = (3, 2)$

Metode Eliminasi

Jumlahkan atau kurangkan kedua persamaan untuk menghilangkan satu variabel.

Contoh: $x + y = 5$ dan $2x - y = 4$

Jumlahkan langsung (koefisien $y$ sudah berlawanan):

$x + y = 5$

$\underline{2x - y = 4 \; (+)}$

$3x = 9 \Rightarrow x = 3$

Substitusi: $y = 5 - 3 = 2$

Solusi: $(x, y) = (3, 2)$

06

Pertidaksamaan Linear

Berbeda dengan persamaan yang hasilnya pasti, pertidaksamaan memberikan rentang nilai (misalnya $x$ lebih besar dari 5). Aturan emas di sini: Jika mengalikan atau membagi dengan bilangan negatif, tanda pertidaksamaan WAJIB dibalik.

Contoh Kasus Negatif: $-3x \le 12$

Kita bagi dengan $-3$. Sesuai aturan, $\le$ berubah menjadi $\ge$:

$x \ge \frac{12}{-3}$

$x \ge -4$

📌 Notasi dan Penulisan Himpunan Solusi

Pertidaksamaan Notasi Interval Garis Bilangan
$x > 3$ $(3, +\infty)$ Bulatan kosong di 3, panah ke kanan
$x \geq 3$ $[3, +\infty)$ Bulatan penuh di 3, panah ke kanan
$x < 3$ $(-\infty, 3)$ Panah ke kiri, bulatan kosong di 3
$-2 \leq x < 5$ $[-2, 5)$ Bulatan penuh di -2, kosong di 5

Pertidaksamaan Gabungan (AND / OR)

Selesaikan: $-1 \leq 2x + 3 < 7$

Kurangi 3 semua bagian:

$-4 \leq 2x < 4$

Bagi 2 semua bagian:

$-2 \leq x < 2$

💡 Tips Ujian:

Untuk pertidaksamaan ganda, operasikan semua tiga "bagian" secara bersamaan. Ingat bahwa tanda tetap tidak berubah selama kita tidak membagi/mengalikan dengan negatif.

07

Persamaan Kuadrat

Persamaan kuadrat ditandai dengan adanya pangkat tertinggi dua ($x^2$). Persamaan ini biasanya memiliki dua solusi (akar). Cara menyelesaikannya bisa melalui pemfaktoran atau menggunakan Rumus ABC yang sangat legendaris.

Simulasi Rumus ABC

Untuk $x^2 - 5x + 6 = 0$ ($a=1, b=-5, c=6$):

$x = \frac{-b \pm \sqrt{b^2 - 4ac}}{2a} = \frac{5 \pm \sqrt{25 - 24}}{2}$

$x_1 = 3$ atau $x_2 = 2$

📌 Diskriminan ($D$): Menentukan Jenis Akar Sering Diujikan

Sebelum menghitung akar, kita bisa tahu jenisnya dengan menghitung nilai diskriminan $D = b^2 - 4ac$.
Nilai Diskriminan ($D$) Jenis Akar Contoh
$D > 0$ Dua akar nyata berbeda ($x_1 \neq x_2$) $x^2 - 5x + 4 = 0 \Rightarrow D = 9$
$D = 0$ Dua akar nyata sama/kembar ($x_1 = x_2$) $x^2 - 4x + 4 = 0 \Rightarrow D = 0$
$D < 0$ Tidak ada akar nyata (akar imajiner) $x^2 + x + 5 = 0 \Rightarrow D = -19$

📌 Hubungan Akar-Akar (Teorema Vieta)

Jika $x_1$ dan $x_2$ adalah akar-akar dari $ax^2 + bx + c = 0$, maka berlaku:

$x_1 + x_2 = -\frac{b}{a}$ (jumlah akar)

$x_1 \cdot x_2 = \frac{c}{a}$ (hasil kali akar)

Contoh: Untuk $2x^2 - 6x + 4 = 0$ ($a=2, b=-6, c=4$):

$x_1 + x_2 = -(-6)/2 = 3$

$x_1 \cdot x_2 = 4/2 = 2$

Verifikasi: akar-akarnya adalah $x=1$ dan $x=2$. Jumlah: $1+2=3$ ✓, kali: $1\times2=2$ ✓

📌 Metode Melengkapi Kuadrat

Selesaikan $x^2 + 6x - 7 = 0$ dengan melengkapi kuadrat:

1

Pindahkan konstanta ke kanan: $x^2 + 6x = 7$

2

Tambah $\left(\frac{b}{2}\right)^2 = \left(\frac{6}{2}\right)^2 = 9$ ke kedua sisi: $x^2 + 6x + 9 = 7 + 9 = 16$

3

$(x + 3)^2 = 16 \Rightarrow x + 3 = \pm 4$

4

$x_1 = 4 - 3 = 1$ atau $x_2 = -4 - 3 = -7$

08

Fungsi Kuadrat

Jika persamaan kuadrat adalah tentang mencari akar, Fungsi Kuadrat adalah tentang memahami grafik atau bentuk lengkungan (Parabola). Kita sering mencari titik terendah atau tertinggi dari lengkungan tersebut, yang disebut Titik Puncak.

Mencari Titik Balik fungsi $f(x) = x^2 - 4x + 3$:

Sumbu Simetri ($x$)

$x = -b / 2a = 2$

Titik Puncak ($y$)

$y = f(2) = -1$

Koordinat Puncak Parabola: $(2, -1)$

📌 Analisis Lengkap Fungsi Kuadrat $f(x) = ax^2 + bx + c$

Elemen Rumus Contoh: $f(x) = x^2 - 4x + 3$
Arah Parabola $a>0$: terbuka ke atas; $a<0$: terbuka ke bawah $a=1>0$, terbuka ke atas (nilai minimum)
Sumbu Simetri $x = -\frac{b}{2a}$ $x = -\frac{-4}{2(1)} = 2$
Titik Puncak $\left(-\frac{b}{2a},\; -\frac{D}{4a}\right)$ $(2, -1)$
Titik Potong Sumbu $y$ $f(0) = c$ $(0, 3)$
Titik Potong Sumbu $x$ Akar persamaan $f(x) = 0$ $x = 1$ dan $x = 3$: titik $(1,0)$ dan $(3,0)$
Nilai Maksimum/Minimum $y_{puncak} = -\frac{D}{4a}$ $y_{min} = -1$ (karena $a>0$)

🎯 Tiga Bentuk Fungsi Kuadrat:

1. Standar: $f(x) = ax^2 + bx + c$ — mudah baca nilai $c$ (titik potong sumbu $y$)

2. Puncak (Vertex): $f(x) = a(x-h)^2 + k$ — titik puncak langsung terlihat di $(h, k)$

3. Faktor: $f(x) = a(x-x_1)(x-x_2)$ — akar/titik nol langsung terlihat di $x_1$ dan $x_2$

09

Sistem Non-Linear

Sistem ini terjadi ketika kita memiliki dua kurva atau garis yang berpotongan dan ingin tahu di mana mereka bertemu. Misalnya, sebuah garis lurus yang memotong lingkaran atau parabola. Kita "mengawinkan" kedua persamaan tersebut untuk mencari titik potongnya.

Contoh: Garis $y = x$ memotong kurva $y = x^2 - 2$:

Samakan kedua $y$: $x = x^2 - 2$

Susun ulang: $x^2 - x - 2 = 0$

Akar-akarnya: $x = 2$ atau $x = -1$

📌 Langkah Lengkap Menyelesaikan Sistem Non-Linear

Contoh Lengkap: Tentukan titik potong lingkaran $x^2 + y^2 = 25$ dengan garis $y = x + 1$

1

Substitusi garis ke lingkaran:

$x^2 + (x+1)^2 = 25$

2

Ekspansi dan sederhanakan:

$x^2 + x^2 + 2x + 1 = 25$

$2x^2 + 2x - 24 = 0$

$x^2 + x - 12 = 0$

3

Faktorkan:

$(x+4)(x-3) = 0 \Rightarrow x = -4$ atau $x = 3$

4

Cari nilai $y$ masing-masing:

$x=-4 \Rightarrow y = -4+1 = -3$

$x=3 \Rightarrow y = 3+1 = 4$

Titik potong: $(-4, -3)$ dan $(3, 4)$

10

Polinomial

Polinomial (Suku Banyak) adalah perluasan dari aljabar biasa dengan pangkat variabel yang bisa sangat tinggi ($x^3, x^4, \dots$). Teorema Sisa adalah cara cerdas untuk mengetahui sisa pembagian tanpa harus melakukan pembagian panjang yang melelahkan.

Simulasi Teorema Sisa:

Mencari sisa pembagian $P(x) = x^3 - 2$ oleh $(x - 2)$.

Cukup hitung $P(2) = 2^3 - 2 = 6$

Tanpa dibagi bersusun, kita tahu sisanya adalah 6!

📌 Teorema Faktor Baru

Teorema Faktor menyatakan: $(x - k)$ adalah faktor dari $P(x)$ jika dan hanya jika $P(k) = 0$ (sisa pembagiannya nol).

Apakah $(x - 1)$ faktor dari $P(x) = x^3 - 3x^2 + 2x$?

$P(1) = (1)^3 - 3(1)^2 + 2(1) = 1 - 3 + 2 = 0$

Karena $P(1) = 0$, maka $(x-1)$ adalah faktor! ✓

📌 Metode Horner (Pembagian Sintetis) Baru

Metode Horner adalah cara cepat membagi polinomial oleh $(x - k)$. Jauh lebih efisien dibanding pembagian bersusun untuk ujian.

Bagi $P(x) = x^3 - 6x^2 + 11x - 6$ oleh $(x - 1)$, maka $k = 1$:

Koefisien: 1 | -6 | 11 | -6

Turunkan angka pertama: 1

1 × 1 = 1 → tambah ke -6: -5

1 × -5 = -5 → tambah ke 11: 6

1 × 6 = 6 → tambah ke -6: 0 (sisa = 0)

Hasil: x² - 5x + 6 = (x-2)(x-3)

Faktorisasi: (x-1)(x-2)(x-3)

11

Segitiga Diperluas

Segitiga adalah bangun datar dengan tiga sisi dan tiga sudut. Jumlah ketiga sudutnya selalu $180°$. Memahami sifat-sifat segitiga secara mendalam sangat penting karena menjadi dasar dari banyak soal geometri.
Berdasarkan Sisi Ciri Berdasarkan Sudut Ciri
Sama Sisi Ketiga sisi sama panjang, semua sudut $60°$ Lancip Semua sudut $< 90°$
Sama Kaki Dua sisi sama, dua sudut alas sama Siku-siku Satu sudut tepat $= 90°$
Sembarang Semua sisi berbeda panjang Tumpul Satu sudut $> 90°$

📌 Garis-Garis Istimewa Segitiga Baru & Lengkap

Setiap segitiga memiliki empat jenis garis istimewa yang penting. Masing-masing memiliki sifat dan titik perpotongan (pusat) yang unik.
1. Garis Tinggi (Altitude) → Pusat: Ortosentrum (H)

Garis yang ditarik dari suatu titik sudut tegak lurus ke sisi yang berhadapan (atau perpanjangannya). Dalam segitiga siku-siku, ortosentrum berada tepat di titik sudut siku-sikunya.

📐 Luas Segitiga = ½ × alas × tinggi

Contoh: alas = 10, tinggi = 6 → Luas = ½ × 10 × 6 = 30 satuan²

2. Garis Bagi (Angle Bisector) → Pusat: Insentrum (I)

Garis yang membagi suatu sudut segitiga menjadi dua sudut sama besar. Insentrum adalah pusat lingkaran yang dapat dibuat di dalam segitiga (lingkaran dalam/incircle) dan berjarak sama dari ketiga sisi.

Teorema Garis Bagi:

Garis bagi dari sudut $A$ membagi sisi $BC$ dengan perbandingan $\frac{BD}{DC} = \frac{AB}{AC}$

3. Garis Berat (Median) → Pusat: Sentroid/Titik Berat (G)

Garis yang ditarik dari suatu titik sudut ke titik tengah sisi yang berhadapan. Sentroid (G) membagi setiap garis berat dengan perbandingan 2 : 1 dari sudut ke sisi berhadapan. Ini adalah titik "keseimbangan" segitiga.

Jika median dari A ke M (tengah BC) panjangnya 12 cm:

AG = 2/3 × 12 = 8 cm, GM = 1/3 × 12 = 4 cm

4. Garis Sumbu / Tegak Lurus Penyumbu (Perpendicular Bisector) → Pusat: Sirkumsentrum (O)

Garis yang melalui titik tengah suatu sisi dan tegak lurus terhadap sisi tersebut. Sirkumsentrum (O) adalah pusat lingkaran luar (circumcircle) yang melalui ketiga titik sudut segitiga.

💡 Pada segitiga siku-siku, sirkumsentrum berada tepat di titik tengah sisi miring (hipotenusa).

📌 Teorema Pythagoras & Aturan Segitiga

Teorema Pythagoras

$c^2 = a^2 + b^2$

$c$ = sisi miring, $a$ dan $b$ = sisi siku-siku

Tripel Pythagoras umum:

3-4-5, 5-12-13, 8-15-17, 7-24-25

Aturan Sinus & Kosinus

$\frac{a}{\sin A} = \frac{b}{\sin B} = \frac{c}{\sin C}$

$a^2 = b^2 + c^2 - 2bc\cos A$

Digunakan saat segitiga tidak siku-siku

12

Lingkaran Diperluas

Lingkaran adalah himpunan semua titik yang berjarak sama dari satu titik tetap yang disebut pusat. Jarak tetap tersebut disebut jari-jari ($r$). Lingkaran menyimpan banyak hubungan sudut yang elegan dan penting untuk ujian.

Keliling

$K = 2\pi r$

Luas

$L = \pi r^2$

Diameter

$d = 2r$

📌 Sudut Pusat dan Sudut Keliling Baru & Penting

Ini adalah hubungan sudut yang paling sering keluar di ujian. Pahami perbedaan letak sudutnya!
Sudut Pusat

Sudut yang titik sudutnya berada di pusat lingkaran. Besar sudut pusat sama dengan besar busur yang dihadapinya.

Sudut Pusat AOB = Busur AB

Jika Busur AB = 80°, maka ∠AOB = 80°

Sudut Keliling

Sudut yang titik sudutnya berada di keliling lingkaran. Besar sudut keliling sama dengan setengah busur yang dihadapinya.

Sudut Keliling ACB = ½ × Busur AB

Jika Busur AB = 80°, maka ∠ACB = 40°

Sudut Pusat = 2 × Sudut Keliling

(keduanya menghadap busur yang sama)

Sifat-sifat Sudut Keliling Penting:

A

Sudut dalam setengah lingkaran = 90°. Jika AC adalah diameter, maka ∠ABC = 90° untuk titik B mana pun di keliling.

B

Sudut keliling yang menghadap busur yang sama adalah sama besar. Jika ∠ACB dan ∠ADB keduanya menghadap busur AB, maka ∠ACB = ∠ADB.

C

Sudut-sudut berhadapan dalam segi empat tali busur berjumlah 180°. Jika ABCD adalah segi empat tali busur, maka ∠A + ∠C = 180° dan ∠B + ∠D = 180°.

📌 Garis Singgung Lingkaran Baru

Garis singgung adalah garis yang menyentuh lingkaran tepat di satu titik (disebut titik singgung). Sifat terpentingnya: garis singgung selalu tegak lurus terhadap jari-jari di titik singgung.

Panjang Garis Singgung dari Titik Luar

Jika titik $P$ di luar lingkaran berjarak $d$ dari pusat $O$, dan jari-jari $= r$, panjang garis singgung $PT$:

$PT = \sqrt{d^2 - r^2}$

Contoh: $d = 13$ cm, $r = 5$ cm

$PT = \sqrt{13^2 - 5^2} = \sqrt{169 - 25} = \sqrt{144}$

$PT = 12$ cm

Dua Garis Singgung dari Satu Titik

Dari satu titik di luar lingkaran, selalu dapat ditarik tepat dua garis singgung yang memiliki panjang sama.

Jika $PA$ dan $PB$ adalah dua garis singgung dari titik $P$:

$PA = PB$ (sama panjang)

$\angle OPA = \angle OPB$ (sudut terbagi rata)

$\angle POA = \angle POB$ (sudut di pusat terbagi rata)

Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran

Jenis Rumus Panjang ($d$ = jarak pusat) Keterangan
Persekutuan Luar $GS_{luar} = \sqrt{d^2 - (R-r)^2}$ Tidak memotong garis antar pusat
Persekutuan Dalam $GS_{dalam} = \sqrt{d^2 - (R+r)^2}$ Memotong garis antar pusat

📌 Panjang Busur dan Luas Juring Baru

Busur adalah bagian keliling lingkaran, sedangkan Juring (Sektor) adalah "irisan kue" lingkaran yang dibatasi oleh dua jari-jari dan sebuah busur. Besar sudutnya menentukan proporsi busur/juring terhadap lingkaran penuh ($360°$).

Jika sudut pusat $= \alpha$ (dalam derajat):

Panjang Busur:

$\ell = \frac{\alpha}{360°} \times 2\pi r$

Luas Juring:

$L_{juring} = \frac{\alpha}{360°} \times \pi r^2$

Simulasi Lengkap: $r = 14$ cm, $\alpha = 90°$

Panjang Busur:

$\ell = \frac{90}{360} \times 2 \times \frac{22}{7} \times 14$

$= \frac{1}{4} \times 88 = 22$ cm

Luas Juring:

$L = \frac{90}{360} \times \frac{22}{7} \times 14^2$

$= \frac{1}{4} \times 616 = 154$ cm²

Luas Tembereng

Tembereng adalah daerah antara busur dan tali busur (bukan juring). Luas tembereng = Luas Juring − Luas Segitiga

$L_{tembereng} = \frac{\alpha}{360°} \pi r^2 - \frac{1}{2}r^2 \sin\alpha$

Contoh: $r = 10$ cm, $\alpha = 60°$: Luas Juring $= \frac{60}{360}\pi(100) = \frac{50\pi}{3}$ cm², Luas Segitiga $= \frac{1}{2}(100)\sin60° = 25\sqrt{3}$ cm²

13

Transformasi Geometri Diperluas

Transformasi adalah perubahan posisi, ukuran, atau bentuk suatu bangun dalam sistem koordinat. Ada empat jenis transformasi utama: Translasi (Pergeseran), Refleksi (Pencerminan), Rotasi (Pemutaran), dan Dilatasi (Perkalian/Pembesaran).

1. Translasi (Pergeseran)

Menggeser setiap titik sejauh $(a, b)$. Bentuk dan ukuran tidak berubah.

$(x, y) \xrightarrow{T(a,b)} (x + a,\; y + b)$

Contoh: Titik A(3, 5) ditranslasi oleh T(2, -4):

A' = (3+2, 5+(-4)) = (5, 1)

Segitiga ABC dengan A(1,1), B(4,1), C(1,4) ditranslasi T(-2, 3):

A'(-1, 4), B'(2, 4), C'(-1, 7)

2. Refleksi (Pencerminan) Dilengkapi

Mencerminkan titik terhadap suatu sumbu/garis cermin. Bentuk tetap sama, tapi posisinya terbalik seperti di kaca.

Cermin Rumus Transformasi Contoh: P(3, -2)
Sumbu $x$ $(x, y) \to (x, -y)$ $P'(3, 2)$
Sumbu $y$ $(x, y) \to (-x, y)$ $P'(-3, -2)$
Garis $y = x$ $(x, y) \to (y, x)$ $P'(-2, 3)$
Garis $y = -x$ $(x, y) \to (-y, -x)$ $P'(2, -3)$
Titik asal $O(0,0)$ $(x, y) \to (-x, -y)$ $P'(-3, 2)$
Garis $x = a$ $(x, y) \to (2a - x, y)$ Cermin $x=1$: $P'(-1, -2)$
Garis $y = b$ $(x, y) \to (x, 2b - y)$ Cermin $y=1$: $P'(3, 4)$

Contoh Soal: Segitiga PQR dengan P(2,1), Q(5,1), R(3,4)

Dicerminkan terhadap sumbu y → setiap x menjadi -x:

P'(-2,1), Q'(-5,1), R'(-3,4)

Bentuk dan ukuran segitiga tidak berubah, hanya posisinya yang bercermin.

3. Rotasi (Pemutaran) Dilengkapi

Memutar titik sebesar sudut $\theta$ terhadap suatu pusat rotasi. Sudut positif = berlawanan arah jarum jam (kecuali disebutkan lain). Bentuk dan ukuran tetap tidak berubah.

Sudut Rotasi Rumus (Pusat Asal O) Contoh: P(4, 3)
$90°$ (berlawanan arum jam) $(x, y) \to (-y, x)$ $P'(-3, 4)$
$180°$ $(x, y) \to (-x, -y)$ $P'(-4, -3)$
$270°$ (atau $-90°$) $(x, y) \to (y, -x)$ $P'(3, -4)$
$360°$ $(x, y) \to (x, y)$ $P'(4, 3)$ (kembali ke asli)

Contoh Soal: Titik A(3, 5) dirotasi 90° berlawanan arah jarum jam terhadap O(0,0):

Gunakan rumus: $(x,y) \to (-y, x)$

A' = (-5, 3)

Jika pusatnya bukan O, misalnya rotasi 90° terhadap P(a,b):

1. Geser titik agar P ke O: $(x-a, y-b)$

2. Rotasi: $(-(y-b), (x-a))$

3. Geser balik: $(-(y-b)+a,\; (x-a)+b)$

4. Dilatasi (Perkalian Skala) Dilengkapi

Memperbesar atau memperkecil bangun dari suatu pusat dengan faktor skala $k$. Bentuk tetap sama, tapi ukuran berubah.

Pusat asal $O(0,0)$: $(x, y) \xrightarrow{D(O,k)} (kx,\; ky)$

Pusat $P(a, b)$: $(x, y) \to (a + k(x-a),\; b + k(y-b))$

Nilai $k$Efek
$k > 1$Diperbesar, searah dari pusat
$0 < k < 1$Diperkecil, searah dari pusat
$k = 1$Tidak berubah
$k < 0$Diperbesar/diperkecil DAN dicerminkan melalui pusat

Contoh 1: Titik A(2, 3) didilatasi dengan pusat O(0,0) dan $k = 3$:

A' = (3×2, 3×3) = (6, 9)

Contoh 2: Segitiga ABC dengan A(1,1), B(3,1), C(1,4) didilatasi pusat P(0,0) dengan $k = \frac{1}{2}$:

A'(½, ½), B'(1½, ½), C'(½, 2) → diperkecil jadi setengahnya

Contoh 3: Titik B(5, 4) didilatasi pusat P(1, 2) dengan $k = 2$:

$x' = 1 + 2(5-1) = 1 + 8 = 9$

$y' = 2 + 2(4-2) = 2 + 4 = 6$

B' = (9, 6)

💡 Sifat-sifat Dilatasi:

• Luas bangun setelah dilatasi = $k^2$ × luas asal

• Panjang sisi setelah dilatasi = $|k|$ × panjang sisi asal

• Besar sudut tidak berubah (bangun tetap sebangun)

14

Kesebangunan & Kekongruenan Diperluas

Dua bangun datar bisa memiliki hubungan khusus berdasarkan sisi dan sudutnya. Ada dua jenis hubungan utama: Kongruen (bentuk dan ukuran identik) dan Sebangun (bentuk sama, ukuran bisa berbeda).

🔵 Kongruen (≅)

Dua bangun yang memiliki bentuk dan ukuran yang persis sama. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang DAN sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

🟢 Sebangun (~)

Dua bangun yang memiliki bentuk yang sama tetapi ukurannya bisa berbeda. Sudut-sudut bersesuaian sama besar DAN sisi-sisi bersesuaian sebanding (rasionya konstan).

📌 Syarat Kongruen Dua Segitiga Baru & Lengkap

Untuk membuktikan dua segitiga kongruen, tidak perlu membandingkan keenam ukuran (3 sisi + 3 sudut). Cukup buktikan salah satu dari empat kondisi berikut:
S–S–S (Sisi–Sisi–Sisi / SSS — Side-Side-Side)

Jika ketiga sisi yang bersesuaian sama panjang, maka kedua segitiga pasti kongruen.

△ABC ≅ △PQR jika:

AB = PQ, BC = QR, AC = PR

S–Su–S (Sisi–Sudut–Sisi / SAS — Side-Angle-Side)

Jika dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang diapit oleh kedua sisi tersebut sama besar, maka kedua segitiga kongruen.

△ABC ≅ △PQR jika:

AB = PQ, ∠B = ∠Q, BC = QR

Perhatian: Sudut harus "diapit" oleh kedua sisi tersebut!

Su–S–Su (Sudut–Sisi–Sudut / ASA — Angle-Side-Angle)

Jika dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang diapit oleh kedua sudut tersebut sama panjang, maka kedua segitiga kongruen.

△ABC ≅ △PQR jika:

∠A = ∠P, AB = PQ, ∠B = ∠Q

Su–Su–S (Sudut–Sudut–Sisi / AAS — Angle-Angle-Side)

Jika dua sudut yang bersesuaian sama besar dan salah satu sisi tidak-apit yang bersesuaian sama panjang, maka kedua segitiga kongruen.

△ABC ≅ △PQR jika:

∠A = ∠P, ∠B = ∠Q, BC = QR (sisi di depan sudut A = sisi di depan sudut P)

Khusus Segitiga Siku-siku: S–Sm (Sisi–Sisi Miring / HL — Hypotenuse-Leg)

Jika sisi miring (hipotenusa) dan salah satu sisi siku-siku dari dua segitiga siku-siku sama, maka keduanya kongruen.

⚠️ Perhatian: Su–Su–Su (AAA) BUKAN syarat kongruen!

Tiga sudut sama hanya membuktikan sebangun (tidak kongruen). Contoh: segitiga kecil dan besar bisa punya sudut yang sama (60°-60°-60°) tapi berbeda ukuran.

📌 Syarat Sebangun Dua Segitiga

Dua segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi salah satu dari berikut:

Su–Su (AA)

Dua sudut bersesuaian sama besar. (Sudut ketiga otomatis sama karena jumlah sudut = 180°)

S–S–S Proporsional

Ketiga sisi bersesuaian sebanding: $\frac{a}{a'} = \frac{b}{b'} = \frac{c}{c'}$

S–Su–S Proporsional

Dua sisi bersesuaian sebanding DAN sudut yang diapit sama besar.

Soal Aplikasi Kesebangunan

Dua segitiga sebangun △ABC ~ △PQR dengan $AB = 6$, $BC = 8$, $AC = 10$ dan $PQ = 9$. Tentukan panjang $QR$ dan $PR$!

Karena sebangun, rasio sisi-sisi bersesuaian konstan:

$k = \frac{PQ}{AB} = \frac{9}{6} = 1{,}5$

$QR = k \times BC = 1{,}5 \times 8 = 12$

$PR = k \times AC = 1{,}5 \times 10 = 15$

Kesebangunan dalam Segitiga Siku-siku Sering Diujikan

Jika segitiga ABC siku-siku di C, dan CD adalah garis tinggi ke sisi AB (D di AB), maka terbentuk tiga segitiga yang sebangun satu sama lain.

Relasi yang berlaku:

$CD^2 = AD \cdot DB$

$AC^2 = AD \cdot AB$

$BC^2 = BD \cdot AB$

Contoh: $AD = 4$, $DB = 9$. Hitung $CD$, $AB$, $AC$, $BC$:

$AB = AD + DB = 13$

$CD = \sqrt{4 \times 9} = \sqrt{36} = 6$

$AC = \sqrt{4 \times 13} = \sqrt{52} = 2\sqrt{13}$

$BC = \sqrt{9 \times 13} = \sqrt{117} = 3\sqrt{13}$

Uji Kecepatan Berpikir!

Suku sejenis dari $4x + 3y - 2x$ jika disederhanakan menjadi?